ハリスBlog

Belajar mendengar, melihat & menulis

August 28, 2008

Layakkah kita memprotes musibah?

Pagi ini, langit masih agak gelap seakan-akan malam tidak ingin beranjak pergi. Seperti biasa, aku langkahkan kaki menuju sebuah terminal ‘bayangan’, menanti biskota yang akan mengantarku ke tempat kerja. Upps..ternyata sudah cukup ramai di sini, ada beberapa pedagang asongan sedang menjajakan dagangannya, ada pula penjual koran yang sedang menggelar koran & majalahnya, mereka berusaha meraih rezeki yang halal.

Beberapa saat kemudian, kuhampiri penjual koran itu, bapak penjual koran menawari harian olahraga, tapi entah mengapa hari ini aku ingin membaca yang lain, aku pilih sebuah harian ibukota, dengan beberapa lembar uang ribuan, koran tersebut berpindah tangan.

Tidak berapa lama, bus yang kutunggu-tunggu pun datang, penumpangnya pun tidak terlalu ramai. “hmm… kondisi yang maknyus buat membaca” gumamku. Sedetik kemudian, aku pun larut menyisir berita yang terdapat dalam koran tersebut. Setelah membaca singkat beberapa berita, mataku seperti terkunci pada sebuah kolom di halaman utama harian itu, judulnya ‘memprotes musibah’. Dahi saya berkerut ketika membaca sebuah hadist Rasulullah saw yang dikutip oleh penulis kolom tersebut,

''Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, 'Oh, andai kata aku tadinya melakukan itu, tentu berakibat begini dan begitu', tetapi katakanlah, 'Ini takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya.'' Ketahuilah, sesungguhnya ucapan 'andai kata' dan 'jikalau' membuka peluang bagi (masuknya) karya (kerjaan) setan.'' (HR Muslim).

Hmm..manusia mana yang tidak pernah tertimpa musibah, tapi tidak sedikit pula yang ‘mempertanyakan’nya, mengapa dirinya yang tertimpa musibah tersebut, mengapa pula bukan orang lain. Banyak pula yang berandai-andai ‘jika begini tentu akan begini dll’. Kita seringkali memprotes Allah, kita tidak ridha dengan ketentuan Allah. Seolah-olah kita tahu segalanya, kita tahu apa yang baik dan apa yang tidak untuk diri kita sendiri,

Allah swt berfirman,
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. QS57:22

Pena telah diangkat, lembaran-lembaran catatan ketetapan telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan takdirpun telah ditetapkan. Hendaknya kita mengatakan,

Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. QS9:51

Bersabarlah ketika bencana datang menghantam, kesusahan tiada henti mendera, penyakit yang tiada kunjung membaik, sungguh tidak ada satu pun manusia yang sanggup menghindari apa yang telah ditetapkan oleh Allah swt,

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. QS2:155

Seringkali kita terlalu mencemaskan musibah yang mungkin akan terjadi pada hari esok, memikirkan kesialan-kesialan & kejadian-kejadian yang akan terjadi di dalamnya, dan bersusah payah meramalkan kejadian-kejadian yang akan menghadang. Bukankah kita juga tidak tahu apakah akan menjumpai hari esok? Bukankah kita tidak tahu pula apakah hari esok itu akan berwujud kebahagiaan atau musibah?

Maka ridhalah dengan segala ketetapan Allah swt…

Wallahu alam bish-shawab.

Labels:

9 Comments:

Blogger Anandianta said...

Terkadang musibah Qta sendiri yg menyebabkan namun terkadang ga sadar so becareful dlm bertindak kykNa itu lebih baik :D

September 5, 2008 at 3:00 PM  
Blogger Lyla said...

musibah yang selama ini kita alami ya ulah dari manusia itu sendiri jd gak usah lah diprotes. hati2 dan bertawakal aja kepada Allah SWT

September 8, 2008 at 4:31 PM  
Blogger h4rIsS said...

@ anandianta & @ Lyla

musibah senantiasa membawa hikmah, seringkali 'ujian' dlm bentuk musibah jauh lebih mudah utk disadari ketimbang 'ujian' dlm bentuk kesenangan/nikmat

September 8, 2008 at 10:24 PM  
Blogger Revarius said...

setuju dengan kata haries.. musibah memang membawa hikmah. semoga kita senantiasa diberikan hikmah oleh Allah SWT dan diampuni segala dosa kita. dan senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ujian dan musibah...

September 9, 2008 at 1:14 PM  
Blogger Hellen said...

Fenomena yang terjadi sekarang, musibah lebih banyak dikarenakan oleh ulah manusi yang serakah, yang lalai dsbnya. Kadang merupakan pelajaran. Benar apa yang dikatakan bahwa musibah membawa hikmah.

September 11, 2008 at 8:56 AM  
Anonymous h4riss said...

@ Revarius
amin..

@ Hellen
musibah apapun jua, atas kehendak Allah

September 11, 2008 at 9:26 AM  
Blogger Bunda Rierie said...

memamg manusia kadang2 kalau lupa dan kurang bersyukur, maunya protes mlulu sama Yang Diatas yaa

September 16, 2008 at 2:21 PM  
Blogger Abu sigly Ahlussunnah waljamaah said...


terimakasih infonya nih salam sukses sobat muslim
pesawat tempur tercanggih
foto boboyboy air dan api
batu badar emas dan khasiatnya
batu bacan obi asli
manfaat buah jagung untuk kesehatan
manfaat buah saho
manfaat mengkudu bagi kesehatan
batu akik kalimaya
jembatan alami terpanjang didunia
batu biduri bulan dan cara membedakan,,setiap musibah itu ada hikmahnya kawan...Allah sedang mengujin sejauh mana kesabaran kita

September 6, 2015 at 8:20 AM  
Blogger Mayda DE Elda said...

Terimakasih infonya sangat bermanfaat ??

Tempat Wisata di Padang Tempat Wisata di Surabaya Tempat Wisata di Lembang Tempat Wisata di Solo Tempat Wisata di Jawa Tengah Tempat Wisata di Medan Tempat Wisata di Jogja Tempat Wisata di Semarang Tempat Wisata di Indonesia Tempat Wisata di Yogyakarta Tempat Wisata di Lombok Tempat Wisata di Bogor Tempat Wisata di Malang Tempat Wisata Di Jakarta Tempat Wisata di Bandung

September 9, 2015 at 5:57 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home