ハリスBlog

Belajar mendengar, melihat & menulis

September 29, 2008

‘Indahnya’ Tempat Sujudku

Masjid atau mesjid merupakan tempat ibadah umat islam, berakar dari kata sajada yang berarti sujud atau tunduk. Mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Setiap muslim paling sedikit 17 kali menundukkan hati & wajahnya, serendah-rendahnya bersujud di ‘hadapan’ Sang Pencipta Alam Semesta. Sudahkah di negeri yang mayoritas muslim ini, masyarakatnya memperhatikan tempat sujudnya?

Beberapa waktu yang lalu, ketika berbuka puasa di suatu kawasan tempat makan di bilangan tebet. Lagi-lagi menemukan fenomena ‘tempat sujud’ yang tidak layak dan terkesan ala kadarnya. Bayangkan…’Tempat sujud’ tersebut hanya mampu menampung 2 shaf yang masing-masing berisi 4 orang. Jemaah pria & wanita dicampur tanpa sekat. Tempat wudhunya pun berfungsi sekaligus sebagai kamar mandi beserta ‘wc’ nya, jadi bukan tempat yang diperuntukkan khusus untuk berwudhu. Padahal orang yang mengantri untuk sholat, cukup banyak, tapi sayang sekali perhatian pengelola tempat makanan tersebut terhadap fasilitas untuk beribadah konsumennya yang mayoritas muslim masih sangat rendah sekali. Tujuannya hanyalah mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, sangat menyedihkan sekali..

Benar-benar mengherankan hal ini bisa terjadi di negeri dengan 85% populasinya adalah muslim...setiap muslim menyadari bahwa sujud adalah posisi dimana seorang hamba dalam keadaan sangat dekat dengan PenciptaNya, tempat seorang hamba mengadu, mencurahkan segala keluh kesahnya, menyandarkan asa & harapnya hanya kepada Allah swt.

Lalu...telah memudarkah rasa peduli terhadap tempat-tempat sujudnya, di segenap hati umat muslim?

Wallahu alam bish-shawab.

Labels:

September 22, 2008

Award Pertama Nich ^v^

Wah ga nyangka nich, kecipratan award dari Feta, makasich, kamsiah, arigato, syukron ya hehe..
Karena aku masih gaptex mengenai seluk beluk award, kaya’na aturannya itu, barangsiapa yang kecipratan award wajib nyipratin lagi ke temen-temen yang laen, sebanyak 7 orang. Wah milih siapa ya? Tanpa kategori yang jelas, dewan juri mencipratkan award kepada:

1. Venie
2. Nandien
3. Dita
4. AbuRifq
5. Falla
6. Tita
7. AuliahAzza

ternyata cape juga bagi-bagi award hehe…

nih gambar awardnya, silahkan disedot,


Labels:

September 16, 2008

Awas Ada Setan!!!

Peringatan di atas bukanlah judul sinetron atau film layar lebar, bukan pula canda atau senda gurau belaka. Setan adalah musuh abadi bagi manusia, celakanya musuh yang satu ini tidak terlihat & terdengar oleh panca indera kita bahkan mereka mampu melihat kita dari suatu tempat tanpa kita sadari. Mereka senantiasa mengamati gerak-gerik kita, mencari kesempatan sekecil apapun untuk menjerumuskan manusia. Sungguh tidak ada musuh bagi manusia yang paling berbahaya melainkan setan. Maka kenalilah musuh kita, bukan untuk disayangi tapi supaya kita mampu memberikan perlawanan yang setimpal.

Setan berasal dari kata kerja syathana yang bermakna menyalahi atau menjauhi. Setan artinya pembangkang atau pendurhaka. Secara istilah, setan adalah makhluk durhaka yang perbuatannya selalu menyesatkan dan menghalangi manusia dari jalan kebenaran (al-haq). Makhluk durhaka seperti ini bisa dari bangsa jin dan manusia (QS114:1-6/QS6:112). Makhluk yang pertama kali durhaka kepada Allah adalah iblis. Maka iblis itu disebut setan. Keturunan iblis yang durhaka juga disebut setan (QS2:36/4:118).

Sekilas saja mengenai sejarah iblis, nenek moyangnya setan. Sebelum menjadi pembangkang & pendurhaka sejati, iblis adalah makhluk yang taat beribadah kepada Tuhannya. Namanya pun cukup ‘indah’ yakni Azazil. Menurut perawi hadist terkenal, Thawus al-Yamani, azazil adalah salah satu kelompok malaikat yang dikenal sebagai jin, tak ada yang lebih pintar atau lebih banyak pengetahuannya selain azazil. Ketika dia durhaka kepada Allah, Allah melaknatnya dan menjadikannya setan dan menamakannya iblis.

Strategi setan dalam menyesatkan manusia sangat canggih dan beragam. Setan dari bangsa jin ini mampu masuk ke dalam diri manusia, membisikkan sesuatu yang jahat dan membangkitkan nafsu yang rendah (syahwat). Selain ‘bergerilya’ dari dalam diri manusia, setan juga rajin berkelana di luar tubuh manusia, menjadikan wanita, harta, tahta, pangkat dan kesenangan duniawi lain sebagai perangkap. Kesenangan duniawi itu dihiasi sedemikian menariknya hingga manusia tergoda, terlena, tertutup mata hatinya, lalu memandang semua yang haram jadi halal dan yang halalpun jadi haram.

Semakin tinggi ‘tingkatan’ atau level iman & amal seorang manusia, makin tinggi pula tingkatan setan yang menggodanya. Setan membisikkan 'nasehat' kepada orang tersebut agar berlaku seolah-olah dialah yang paling khusyu ibadahnya, dan akhirnya membuatnya tenggelam dalam ibadah yang berlebih-lebihan. Misalnya orang yang biasa puasa sunnah senin-kamis, dibisikkan agar puasa setiap hari bahkan tidak berbuka.

Bagi manusia yang level iman & amalnya biasa-biasa saja, tingkatan setan yang menggodanya juga biasa-biasa saja. Setan membisikkan kepada orang tersebut agar malas beribadah atau setidaknya walaupun orang tersebut beribadah, nilai pahalanya-pun berkurang, karena rendah kualitas ibadahnya. Misalnya setan membisikkan orang tersebut agar menunda-nunda sholat, akhirnya sholat dilaksanakan di akhir waktu.

Prinsip setan mirip peribahasa, “tidak ada rotan, akarpun jadi”. Hebat bukan?

Bahaya semakin bertambah karena setan memiliki bala tentara bukan hanya dari bangsa jin melainkan juga dari bangsa manusia juga. Bahkan tingkah laku setan jenis ini semakin hari semakin menjadi-jadi. Mereka namakan judi sebagai kuis sms berhadiah atau arisan, suap dinamakan hadiah, tari striptease sebagai kreatifitas seni & budaya. Ada pula yang membolehkan minuman keras di tempat dingin, ada yang membolehkan wanita muslim dinikahkan tanpa wali. Ada pula yang selalu membela aliran sesat, dimana ada kesesatan pasti tak kan absen dibelanya. Ada pula yang mengaku sebagai aktivis perempuan, ternyata sangat mendukung jika ada perempuan berjalan berlenggak-lenggok dengan memamerkan pusar & lekak-lekuk tubuhnya. Lebih dahsyat bukan?

Maka berhati-hati & tetap waspadalah terhadap setan!

Jadikanlah bulan penuh rahmat ini sebagai 'latihan' untuk membelenggu setan, dengan banyak-banyak berbuat amal kebajikan dan lebih mendekatkan diri kepada Allah swt, sehingga Allah swt melindungi dan menutup celah-celah yang dapat dimanfaatkan oleh setan untuk menjerumuskan kita.

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Muslim)

Amin..!

Labels:

September 15, 2008

Pembagian Zakat Merenggut Nyawa

Inna Lillahi wa inna ilaihi Roji’un..
Hari ini sebuah berita memilukan hati tersiar dari Pasuruan, zakat yang seharusnya membawa berkah & nikmat malah merenggut nyawa. Tidak tanggung-tanggung, 21 jiwa melayang dalam insiden ini, semuanya wanita, tua & muda meregang nyawa demi 30.000 rupiah. Sungguh memilukan…

Seribu tanya menyeruak seketika, mengapa Muzakki (orang yang berzakat) ingin sekali membagi langsung zakatnya dengan cara mengundang mustahiq (penerima zakat)? Bukankah jauh lebih baik apabila zakat diserahkan langsung dengan cara mendatangi para mustahiq? Atau muzakki menyerahkan zakatnya kepada lembaga amil atau mesjid yang mengelola zakat?

Seharusnya pemerintah sebagai ulil amri memungut zakat dari para muzakki,

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS9:103.

Atau sebagai perwakilan pemerintah, seharusnya ada lembaga zakat yang berskala nasional yang mendistribusikan zakat ini atau setidaknya memperoleh ‘sertifikat’ resmi dari pemerintah. Jika tidak percaya atau malas berhubungan dengan lembaga zakat yang ditunjuk pemerintah, seharusnya muzakki mendatangi para mustahiq, cara ini jauh lebih maslahat daripada mengundang para mustahiq datang ke rumah kita. Siapa yang bisa menjamin ketika membagi zakat penyakit riya’ tidak hinggap di hati kita?

Mengundang para mustahiq datang menerima zakat jelas teramat besar mudharatnya baik bagi muzzaki itu sendiri, terlebih-lebih bagi mustahiq. Puluhan nyawa telah meregang di bulan penuh rahmat ini, semua ini harus segera dihentikan, jika tidak, akan ada lagi korban yang berjatuhan, akibat ego para muzzaki.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un..

Labels:

September 8, 2008

Menangislah…

Kita seringkali berziarah kubur lalu pemandangan apakah yang kita saksikan di sana? Kubur seringkali terlihat indah di permukaan, dengan ‘hiasan’ rumput nan hijau, batu ukiran yang sedap dipandang mata, bahkan dipercantik dengan taburan bunga. Tahukah kita apa yang terjadi di dalam kubur? tahukah kita apa yang dialami penghuninya pada malam pertama dan malam-malam selanjutnya? Sungguh, tidak ada tempat kembali yang paling mengerikan, tidak ada ruang yang gelap gulita daripada kubur.

Kubur…adalah ruang yang membungkam lisan kaum cerdik pandai. Kubur pula yang melucuti kekuasaan raja-raja, membuat panglima perang gagah nan perkasa terkulai tak berdaya. Inilah kubur dengan liang lahat yang tersisa untuk segenap manusia. Hendak kemanakah kita berlari?

Pernahkah kita membayangkan, apa yang terjadi pada malam pertama di dalam kubur? Apakah kita merasa betah lalu tertidur pulas seperti malam-malam sebelumnya? Malam pertama yang sepi nan mencekam, tidak ada istri yang menemani, tidak pula anak yang menghibur, dimana pula sahabat karib, dimanakah gerangan teman main kita, semua lenyap, enggan menemani. Ooh apakah gerangan yang akan mendatangi kita?

Inilah saatnya, malam pertama tertidur di perut bumi, malam yang membuat alim ulama menangis tersedu-sedu, malam yang tiba-tiba datang tanpa permisi, tidak pula memilih yang tua atau yang muda, begitu cepatnya hingga membuat kita tak sempat meminta ijin kepada istri, anak ataupun orangtua kita? Ataupun menuliskan wasiat… Lalu mungkinkah kita bisa kembali ke malam-malam sebelumnya dimana istri, anak & sahabat karib menemani kita? Tidak, sekali-kali tidak!

hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. QS23:99-100

maka..beruntunglah orang-orang yang sering menangis tatkala berada di punggung bumi, semoga mereka tertawa ketika berada di perut bumi...

Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. QS9:82

menangislah…karena kita akan menghadapi malam pertama di dalam kubur.

Labels:

September 2, 2008

Bukan Untuk Orang Yang Malas

Meraih surga yang dijanjikan oleh Allah swt adalah impian setiap muslim, tapi sayangnya 'kavling' surga tidak dibagikan secara gratis. Surga hanya diwariskan kepada hamba-hambaNya yang beriman (baca: berilmu) & beramal soleh. Iman tanpa amal merupakan sebuah dusta, dan amal tanpa iman merupakan perbuatan sia-sia. Amal yang diterima oleh Allah swt, pertama, harus didasarkan rasa ikhlas, semata-mata sebagai bentuk implementasi pengabdian diri seorang hamba kepada Tuhannya dan kedua, harus benar ilmunya, yaitu sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Allah swt. Manusia tidak diberi sedikitpun hak untuk ‘menciptakan’ suatu bentuk ibadah apapun selain apa yang telah ditentukan dariNya baik melalui Kalam-Nya (Alquran) maupun perbuatan atau perkataan yang dicontohkan oleh RasulNya (asSunnah),

Apakah mereka mempunyai para sekutu yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” QS42:21

Rasa Ikhlas merupakan urusan antara seorang hamba dengan Allah swt, orang lain tidak akan mungkin mengetahui apakah seseorang yang sedang melakukan perbuatan amaliah, didasari rasa ikhlas atau tidak. Masalah hati adalah urusanNya, hanya Dialah yang menggenggam dan membolak-balikkan hati setiap manusia. Jadi lebih utama jika kita selalu mengedepankan sikap berbaik sangka.

Berbeda dengan ikhlas, benar atau tidaknya suatu perbuatan amaliah dapat diketahui oleh setiap manusia. Tentunya manusia yang mengoptimalkan kerja akal dan panca inderanya.

Ilmu harus lebih diutamakan daripada amal, karena ilmu-lah yang memberikan petunjuk dan ‘mengawal’ arah amal yang kita lakukan agar tidak melenceng dari ‘garis’ yang telah ditentukan yaitu Alquran & asSunnah. Rasulullah saw bersabda, “ilmu, itu pemimpin, dan amal adalah pengikutnya."

Oleh karena itu, hendaknya kita membekali diri dengan ilmu sebelum beramal, setidaknya kita mengetahui ‘dalil’nya, bukan hanya sekedar menuruti apa kata orang lain atau mengikuti apa yang sudah menjadi kebiasaan turun temurun,

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS17:36

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: ", tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami". ", walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". QS2:170

Ironisnya, kita seringkali menuruti apa kata orang lain atau tidak jarang mengikuti apa yang sudah menjadi kebiasaan umum. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam pelaksanaan sholat jamaah, seringkali kita jumpai, posisi antara imam dan makmum tidak mengikuti tauladan yang diberikan oleh Rasulullah saw, terutama untuk jamaah 2 orang lelaki. Posisi sholat berjamaah menurut Rasulullah saw dijelaskan oleh Ibnu Abbas ra, yaitu



Ibnu Abbas ra berkata,
Aku shalat bersama Nabi SAW di suatu malam, aku berdiri di samping kirinya, lalu Nabi memegang bagian belakang kepalaku dan menempatkan aku di sebelah kanannya (HR Bukhari)

Setiap muslim menyadari bahwa sholat yang mereka lakukan mengikuti apa yang Rasul ajarkan, seperti sabda beliau saw, "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”. Tapi seringkali dalam prakteknya kita lebih condong untuk ‘mengikuti’ orang lain. Hal ini disebabkan antara lain karena kita seringkali malas mencari ilmu tentang agama, seolah-olah ilmu agama dapat kita ketahui secara alamiah, seolah-olah yang tahu masalah agama hanyalah ustadz atau ulama saja, seolah-olah sejak lahir kita telah pandai mengaji atau sholat, sehingga tidak perlu mengevaluasi sholat kita. Lucunya kita malah bersusah payah mencari ilmu dunia, meremehkan ilmu agama.
Sebuah ironi ketika lisan berucap menginginkan surga tapi perbuatan kita lebih condong kepada cinta dunia.

Mencari ilmu adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim, Alquran mendorong setiap muslim untuk menjadi orang yang berilmu, beramal dan mengajarkan ilmunya,

"... akan tetapi (dia) berkata, 'Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani (yang sempurna ilmu dan taqwanya kepada Allah), karena kamu selalu mengajarkan al-Kitab dan disebabkan kamu telah mempelajarinya." QS3:79

Hendaknya kita optimalkan segenap anugrah yang Allah berikan kepada kita yaitu akal dan panca indera untuk meraih ilmu yang bermanfaat dunia-akhirat. Gunakan sepasang mata yang indah ini untuk banyak membaca, telinga untuk rajin mendengar, dan sepasang kaki yang dilangkahkan ke majelis-majelis, perpustakaan ataupun toko buku. Setiap muslim hendaknya jangan malu untuk bertanya,

maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, QS16:43

Berusahalah..karena agama ini diturunkan bukan untuk orang yang malas.

Wallahu alam bish-shawab.

Labels: