ハリスBlog

Belajar mendengar, melihat & menulis

September 2, 2008

Bukan Untuk Orang Yang Malas

Meraih surga yang dijanjikan oleh Allah swt adalah impian setiap muslim, tapi sayangnya 'kavling' surga tidak dibagikan secara gratis. Surga hanya diwariskan kepada hamba-hambaNya yang beriman (baca: berilmu) & beramal soleh. Iman tanpa amal merupakan sebuah dusta, dan amal tanpa iman merupakan perbuatan sia-sia. Amal yang diterima oleh Allah swt, pertama, harus didasarkan rasa ikhlas, semata-mata sebagai bentuk implementasi pengabdian diri seorang hamba kepada Tuhannya dan kedua, harus benar ilmunya, yaitu sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Allah swt. Manusia tidak diberi sedikitpun hak untuk ‘menciptakan’ suatu bentuk ibadah apapun selain apa yang telah ditentukan dariNya baik melalui Kalam-Nya (Alquran) maupun perbuatan atau perkataan yang dicontohkan oleh RasulNya (asSunnah),

Apakah mereka mempunyai para sekutu yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” QS42:21

Rasa Ikhlas merupakan urusan antara seorang hamba dengan Allah swt, orang lain tidak akan mungkin mengetahui apakah seseorang yang sedang melakukan perbuatan amaliah, didasari rasa ikhlas atau tidak. Masalah hati adalah urusanNya, hanya Dialah yang menggenggam dan membolak-balikkan hati setiap manusia. Jadi lebih utama jika kita selalu mengedepankan sikap berbaik sangka.

Berbeda dengan ikhlas, benar atau tidaknya suatu perbuatan amaliah dapat diketahui oleh setiap manusia. Tentunya manusia yang mengoptimalkan kerja akal dan panca inderanya.

Ilmu harus lebih diutamakan daripada amal, karena ilmu-lah yang memberikan petunjuk dan ‘mengawal’ arah amal yang kita lakukan agar tidak melenceng dari ‘garis’ yang telah ditentukan yaitu Alquran & asSunnah. Rasulullah saw bersabda, “ilmu, itu pemimpin, dan amal adalah pengikutnya."

Oleh karena itu, hendaknya kita membekali diri dengan ilmu sebelum beramal, setidaknya kita mengetahui ‘dalil’nya, bukan hanya sekedar menuruti apa kata orang lain atau mengikuti apa yang sudah menjadi kebiasaan turun temurun,

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS17:36

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: ", tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami". ", walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". QS2:170

Ironisnya, kita seringkali menuruti apa kata orang lain atau tidak jarang mengikuti apa yang sudah menjadi kebiasaan umum. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam pelaksanaan sholat jamaah, seringkali kita jumpai, posisi antara imam dan makmum tidak mengikuti tauladan yang diberikan oleh Rasulullah saw, terutama untuk jamaah 2 orang lelaki. Posisi sholat berjamaah menurut Rasulullah saw dijelaskan oleh Ibnu Abbas ra, yaitu



Ibnu Abbas ra berkata,
Aku shalat bersama Nabi SAW di suatu malam, aku berdiri di samping kirinya, lalu Nabi memegang bagian belakang kepalaku dan menempatkan aku di sebelah kanannya (HR Bukhari)

Setiap muslim menyadari bahwa sholat yang mereka lakukan mengikuti apa yang Rasul ajarkan, seperti sabda beliau saw, "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”. Tapi seringkali dalam prakteknya kita lebih condong untuk ‘mengikuti’ orang lain. Hal ini disebabkan antara lain karena kita seringkali malas mencari ilmu tentang agama, seolah-olah ilmu agama dapat kita ketahui secara alamiah, seolah-olah yang tahu masalah agama hanyalah ustadz atau ulama saja, seolah-olah sejak lahir kita telah pandai mengaji atau sholat, sehingga tidak perlu mengevaluasi sholat kita. Lucunya kita malah bersusah payah mencari ilmu dunia, meremehkan ilmu agama.
Sebuah ironi ketika lisan berucap menginginkan surga tapi perbuatan kita lebih condong kepada cinta dunia.

Mencari ilmu adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim, Alquran mendorong setiap muslim untuk menjadi orang yang berilmu, beramal dan mengajarkan ilmunya,

"... akan tetapi (dia) berkata, 'Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani (yang sempurna ilmu dan taqwanya kepada Allah), karena kamu selalu mengajarkan al-Kitab dan disebabkan kamu telah mempelajarinya." QS3:79

Hendaknya kita optimalkan segenap anugrah yang Allah berikan kepada kita yaitu akal dan panca indera untuk meraih ilmu yang bermanfaat dunia-akhirat. Gunakan sepasang mata yang indah ini untuk banyak membaca, telinga untuk rajin mendengar, dan sepasang kaki yang dilangkahkan ke majelis-majelis, perpustakaan ataupun toko buku. Setiap muslim hendaknya jangan malu untuk bertanya,

maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, QS16:43

Berusahalah..karena agama ini diturunkan bukan untuk orang yang malas.

Wallahu alam bish-shawab.

Labels:

6 Comments:

Blogger Hellen said...

Setuju mas, untuk itulah kita diciptakan...
Karena kelak perbuatan selama di dunia akan dipertanggungjawabkan. Kalau kita malas, apa yangbisa kita pertanggungjawabkan? bukankah bagian dari penderitaan dan juga kejahatan karena kemalasan?

September 5, 2008 at 4:07 PM  
Anonymous falla said...

surga...???
ngebayangin apa yang di janjiin di alquran..!!
tapi ngeri banget kalo udah ngebayangin neraka..
Oh God jangan biarkan aku melenceng terlalu jauh.....

September 5, 2008 at 4:40 PM  
Anonymous gus said...

jannah. surga.eden....kayaknya saya kurang PD utk sekedar mbayangin aja. tp semoga ga termasuk yang dapat kaplingan neraka...

September 5, 2008 at 6:49 PM  
Blogger h4rIsS said...

@ Hellen
iya mbak, smoga kita termasuk orang-orang slalu mencari kebaikan & memperbaiki diri

@ Falla
surga adalah kemenangan yang besar, neraka...wah pastinya kerugian yg teramat besar

@ Gus
amin kang..amin..

September 6, 2008 at 9:03 PM  
Anonymous Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 said...

moga semua terhindar dari api neraka yah hehe

April 28, 2009 at 12:42 AM  
Blogger Abu sigly Ahlussunnah waljamaah said...


terimakasih infonya nih salam sukses sobat muslim
pesawat tempur tercanggih
foto boboyboy air dan api
batu badar emas dan khasiatnya
batu bacan obi asli
manfaat buah jagung untuk kesehatan
manfaat buah saho
manfaat mengkudu bagi kesehatan
batu akik kalimaya
jembatan alami terpanjang didunia
batu biduri bulan dan cara membedakan surga unntuk orang2 yang taat beribadah bukan untuk pemalas

September 6, 2015 at 8:17 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home