ハリスBlog

Belajar mendengar, melihat & menulis

September 8, 2008

Menangislah…

Kita seringkali berziarah kubur lalu pemandangan apakah yang kita saksikan di sana? Kubur seringkali terlihat indah di permukaan, dengan ‘hiasan’ rumput nan hijau, batu ukiran yang sedap dipandang mata, bahkan dipercantik dengan taburan bunga. Tahukah kita apa yang terjadi di dalam kubur? tahukah kita apa yang dialami penghuninya pada malam pertama dan malam-malam selanjutnya? Sungguh, tidak ada tempat kembali yang paling mengerikan, tidak ada ruang yang gelap gulita daripada kubur.

Kubur…adalah ruang yang membungkam lisan kaum cerdik pandai. Kubur pula yang melucuti kekuasaan raja-raja, membuat panglima perang gagah nan perkasa terkulai tak berdaya. Inilah kubur dengan liang lahat yang tersisa untuk segenap manusia. Hendak kemanakah kita berlari?

Pernahkah kita membayangkan, apa yang terjadi pada malam pertama di dalam kubur? Apakah kita merasa betah lalu tertidur pulas seperti malam-malam sebelumnya? Malam pertama yang sepi nan mencekam, tidak ada istri yang menemani, tidak pula anak yang menghibur, dimana pula sahabat karib, dimanakah gerangan teman main kita, semua lenyap, enggan menemani. Ooh apakah gerangan yang akan mendatangi kita?

Inilah saatnya, malam pertama tertidur di perut bumi, malam yang membuat alim ulama menangis tersedu-sedu, malam yang tiba-tiba datang tanpa permisi, tidak pula memilih yang tua atau yang muda, begitu cepatnya hingga membuat kita tak sempat meminta ijin kepada istri, anak ataupun orangtua kita? Ataupun menuliskan wasiat… Lalu mungkinkah kita bisa kembali ke malam-malam sebelumnya dimana istri, anak & sahabat karib menemani kita? Tidak, sekali-kali tidak!

hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. QS23:99-100

maka..beruntunglah orang-orang yang sering menangis tatkala berada di punggung bumi, semoga mereka tertawa ketika berada di perut bumi...

Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. QS9:82

menangislah…karena kita akan menghadapi malam pertama di dalam kubur.

Labels:

19 Comments:

Anonymous gus said...

singkat. namun langsung menyentuh ke hati...keep posting

September 8, 2008 at 11:58 PM  
Anonymous Ani said...

Ziarah kubur membuat kita ingat akan kematian dan tanggung jawab kita terhadap hidup itu sendiri.

September 9, 2008 at 3:23 AM  
Blogger tyas said...

posting yg bagus banget mas...
biar kita, manusia nggak selalu mengutamakan kenikmatan duniawi aja...

September 9, 2008 at 11:36 AM  
Blogger Hellen said...

Nice artikel...
Kita sering terlena dengan kenikmatan dunia, sampai lupa untuk menjalankan tanggungjawab sesungguhnya sebagai umat ciptaanNYA. Kita tidak sadar, harinya datang tanpa ada yang tahu. Sebelum terlambat mari kita benahin diri sepenuhnya.
Makasih ya mas sudah mengingatkan...

September 9, 2008 at 1:11 PM  
Anonymous Oeoes said...

makasih dah mengingatkan kita, artikel yang bagus singkat padat dan jelas, bahasanya juga untuk dimengerti

September 9, 2008 at 3:07 PM  
Anonymous falla said...

iya mas, emang sangat tepat hadis rasolullah yang pernah bersabda kalau orang yang paling pandai adalah orang yang mengingat mati..
dengan mengingat mati orang pasti selalu punya persiapan untuk kesana...
:)

September 9, 2008 at 3:49 PM  
Blogger Lyla said...

artikelnya bagus mas... sangat bermanfaat :)

September 11, 2008 at 11:52 AM  
Anonymous wahyubmw said...

Kalo ingat itu (dan mesti selalu ingat), kita hrs nyiapkan bekal untuk perjalanan yg panjang, kita mesti hati-hati dalam persiapan untuk hidup jilid II (alam akherat).Karena kita tidak kapan kita harus check out dari dunia ini, sewaktu-waktu ada panggilan kita harus checj in di kehidupan berikutnya

September 11, 2008 at 9:19 PM  
Blogger RochMANIAC said...

Nah ini yang sering kita lupa, :)) banyak tetapi :(( nya sedikit.

September 12, 2008 at 5:13 AM  
Anonymous Elys Welt said...

nice posting

September 12, 2008 at 7:54 PM  
Anonymous dita_disini said...

haduh... artikelnya bagus...
cuman berat-berat yah...

harus diresapi bener2 tu... hehe

September 12, 2008 at 9:22 PM  
Blogger Hidayatullah said...

subhanallAH. . . . . . . .

September 12, 2008 at 10:13 PM  
Anonymous bapakethufail said...

postingan yang indah... instropeksi... sadar... taubat....
mudah2an !!!!

September 13, 2008 at 12:30 AM  
Anonymous cumie said...

pas buat ramadhan gini, lebih menyadarkan diri pribadi nih
di alam sana kagak bisa posting lg dah. :D
=))

September 13, 2008 at 1:35 AM  
Blogger ekspresi.hati said...

marilah kita berkaca pada diri kita, tentang yang telah kita lakukan... salam kenal

September 13, 2008 at 10:32 AM  
Blogger White_Angelzzz said...

yapp,, btul bgt,, in the end only the wet soil we'll sleep in,,

selamat berpuasa juga! thanks sudah mampir,,

September 15, 2008 at 1:55 PM  
Anonymous kapanpun said...

sungguh postingan yang bagus
membuka kembali mata hati
untuk selalu bertasbih dan beribadah ke pada Allah SWT

September 16, 2008 at 8:42 AM  
Anonymous FaLLa said...

mana ini update blognya...
di tunggu artikel2 yang bagus..
hihihih

September 16, 2008 at 11:07 PM  
Blogger Abu sigly Ahlussunnah waljamaah said...


terimakasih infonya nih salam sukses sobat muslim
pesawat tempur tercanggih
foto boboyboy air dan api
batu badar emas dan khasiatnya
batu bacan obi asli
manfaat buah jagung untuk kesehatan
manfaat buah saho
manfaat mengkudu bagi kesehatan
batu akik kalimaya
jembatan alami terpanjang didunia
batu biduri bulan dan cara membedakan artikel yang sangat bermanfaat

September 6, 2015 at 8:16 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home