ハリスBlog

Belajar mendengar, melihat & menulis

October 6, 2008

Kita ‘Berhak’ untuk Membaca!

Kebodohan merupakan salah satu hal yang paling dimusuhi dan dibenci oleh Islam. Oleh karenanya, agama ini mengajak manusia yang tenggelam dalam kebodohan (jahiliyah) yang gelap gulita kepada cahaya ilmu nan terang benderang. Kebodohan sangat dekat dengan kesesatan, sedangkan kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran. Orang yang berilmu bagaikan pelita di tengah kegelapan, sinarnya sangat dibutuhkan untuk menerangi lingkungan sekitarnya. Tidakkah kita ingin menjadi cahaya?

Sayangnya, hasrat menggebu untuk memperoleh ilmu seringkali ‘dihambat’ oleh beberapa faktor. Diantaranya faktor yang paling menonjol dan berpengaruh yakni negara yang berkewajiban menyelenggarakan kegiatan pendidikan untuk memenuhi hak & kebutuhan seluruh rakyatnya sesuai dengan amanah konstitusi, seringkali lalai sehingga banyak anak bangsa yang tidak terlayani haknya dengan baik. Pembodohan seolah-olah menjadi hal yang biasa & lumrah, malah terkesan di’budi-daya’kan. Orang bodoh tentu sangat mudah ‘dikendalikan’, ‘dikelola’ dan dipengaruhi sedemikian rupa demi kepentingan sebagian elite bangsa yang haus akan kekuasaan.

Kita tidak perlu jauh-jauh datang ke Belitung, seperti yang dikisahkan film ‘Laskar Pelangi’, hanya sekedar untuk melihat betapa buruk & memprihatinkannya kondisi belajar-mengajar di negeri ini. Di Jakarta saja, yang merupakan ibukota Negara, rasanya tidak terlalu sulit untuk menemukan sekolah yang seharusnya dinyatakan tidak layak baik dari fasilitas maupun unsur penunjang lainnya.

Indonesia merupakan negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Negeri yang penduduknya mayoritas sadar telah diperintahkan langsung oleh Allah SWT untuk belajar. Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah saw bukanlah perintah untuk mengerjakan sholat, zakat, atau naik haji. Melainkan perintah yang berbunyi, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan” (QS96:1). Intinya proses belajar dengan cara membaca atau menulis merupakan kuncinya ilmu pengetahuan. Kita tidak akan mampu menembus gerbang pengetahuan tanpa melalui proses belajar.

Seharusnya negeri yang mayoritasnya muslim ini menjadi panutan bagi umat lain, bukannya malah bangga hanya mampu membebek & membeo apa kata bangsa lain. Setiap muslim telah diberi amanah, langsung dari langit , amanah ini dibebankan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Apakah negeri ini masih saja terus terlena hingga mengabaikan amanah nan agung ini?

Labels:

11 Comments:

Anonymous IrmaBuana said...

Sayangnya di negara kita pendidikan yang baik dengan sarana dan prasarana yang menunjang sangat mahal harganya hingga hanya bisa dinikmati kalangan tertentu saja.

October 7, 2008 at 2:37 AM  
Anonymous venie said...

Hidup laskar pelangi!!

October 7, 2008 at 11:35 AM  
Blogger Bunda Rierie said...

iya, kelihatannya kesadaran membaca di negara kita masih kurang ya... liat aja di perpustakaan di tempat bunda yang datang sedikit bangettt

October 7, 2008 at 1:41 PM  
Anonymous nandien said...

selalu ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan sesuatu...tapi, apakah tega untuk membiarkan pendidikan dibayar terlalu mahal? semoga semakin banyak orang menyadari bahwa membaca itu menyenangkan dan memang suatu keharusan.

October 7, 2008 at 10:48 PM  
Anonymous Lyla said...

aku blm nonton laskar pelangi :(

October 8, 2008 at 9:13 AM  
Blogger White_Angelzzz said...

betul bgt,,, skarang lebi banyak orang yang ngga suka belajar! mungkin aj aq salah satuny!! qta bener2 dibodohin,, hhe,,

tp klo banyak pe-er juga mas bisa main kok! wehehehe,, juzz kid!

October 8, 2008 at 10:12 AM  
Blogger Hellen said...

setuju mas... kebanyakan budaya membaca hanya berlaku pada masa duduk di bangku sekolah... harusnya membaca must go on kalau pengen pintar :)

October 8, 2008 at 3:40 PM  
Blogger h4rIsS said...

@IrmaBuana
itulah jeng, salah satu penyebabnya karena penyelenggara negara belum mampu melaksakan amanah yang tercantum dlm UUD'45

@venie
iya..iya..laskar pelangi is the best!

@Bunda Rierie
indikator majunya BUDAYA sebuah bangsa bisa dilihat dari beberapa hal, salah satunya apakah rakyatnya rajin membaca atau tidak :)

@Nandien
Pendidikan adalah sebuah hak bukan kewajiban, harga bisa ditekan seminimal mungkin agar anak bangsa yang sekolah mendekati 100%

@Lyla
nonton donk jeng :p

@white_angelzzz
anak skolah musti rajin belajar ya

@Hellen
belajar bisa melalui banyak media, mata bisa digunakan utk membaca, memperhatikan, melihat dll. Telinga bs digunakan utk mendengar. Bahkan hati pun bisa dimanfaatkan utk belajar, merenungi apakah hari ini lebih baik dari kemaren?

October 9, 2008 at 1:32 AM  
Anonymous cumie said...

jadi jakarta itu makan duit banyak dari dulu buat apa ya?

memang sudah klo kotor sudah menyeluruh negri ini, tp sebagai muslim yang baik dan tidak baik, tetep no 1 bersyukur atas semua yang udah terjadi.. alhamdulillah :D

October 9, 2008 at 9:16 AM  
Anonymous Wisata Seo Sadau said...

Kalo Jakarta saja begitu apalagi di Kalimantan mas

May 17, 2009 at 1:58 AM  
Blogger Abu sigly Ahlussunnah waljamaah said...


terimakasih infonya nih salam sukses sobat muslim
pesawat tempur tercanggih
foto boboyboy air dan api
batu badar emas dan khasiatnya
batu bacan obi asli
manfaat buah jagung untuk kesehatan
manfaat buah saho
manfaat mengkudu bagi kesehatan
batu akik kalimaya
jembatan alami terpanjang didunia
batu biduri bulan dan cara membedakan jakarta memang dari dulu makan duit

September 6, 2015 at 8:10 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home