ハリスBlog

Belajar mendengar, melihat & menulis

October 8, 2008

Malaikat Tidak Akan Pernah Bisa Mereka Suap!!!

Allah memerintahkan kepada segenap manusia untuk menegakkan keadilan, karena rasa adil lebih dekat kepada takwa. Orang yang bertakwa pasti akan bertindak adil, yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Tidak pernah memandang warna kulit, suku, ataupun keturunan. Keadilan tidak akan pernah goyah hanya karena diiming-imingi gelimang harta, wanita dan kedudukan.

Allah swt merupakan Tuhan Yang Maha Adil. Tidak ada sesuatu-pun yang layak dibandingkan dengan keadilanNya. Tidak ada satu mahkluk pun yang pantas meragukanNya. Manusia yang mulia di sisi Allah bukanlah manusia yang kaya atau yang miskin, bukan pula manusia yang rupawan atau buruk rupa, bukan pula manusia yang jabatannya tinggi ataupun buruh kasar, bukan pula anak keturunan darah biru ataupun anak seorang gelandangan melainkan orang-orang yang bertakwa. Bahkan keturunan atau keluarga nabi, jika durhaka kepadaNya, tidak akan selamat dari AzabNya. Allah swt telah mengabarkan hal ini berulangkali di dalam Alquran. Allah memerintahkan air bah untuk menggulung kaum Nabi Nuh as yang durhaka kepadaNya, termasuk anak Nabi Nuh as. Begitupula ketika negeri kaum Luth as dihujani dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Istri Nabi Luth as juga tidak selamat dari azabNya. Inilah yang dinamakan keadilan.

Muhammad saw -Rasul Allah- merupakan tauladan terbaik dalam segala aspek kehidupan bagi manusia. Beliau saw merupakan orang yang jujur, amanah dan adil. Keadilan ditegakkan seadil-adilnya, bahkan beliau dengan tegas akan memotong tangan putri kesayangannya –fatimah ra- jika kedapatan mencuri. Beliau bersabda, “jika anakku Fatimah mencuri, aku akan potong tangannya” (hadist). Padahal Fatimah merupakan putri kesayangan Rasulullah saw. Putri yang sangat dicintai Nabi saw. Pernah suatu ketika Rasulullah saw marah besar ketika mendengar kabar bahwa putri beliau, Fatimah ra akan dimadu suaminya -Ali bin Abi Thalib ra-, ketika mendengar rencana itu, Rasulullah saw pun langsung masuk ke masjid dan naik ke atas mimbar, lalu berseru, “Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi aku tidak akan mengizinkan. Sungguh aku tidak izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, dan aku persilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku, apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga.”

Aduhai...betapa besar rasa cinta & sayang Rasulullah saw kepada Fatimah ra, tapi tidak menyurutkan beliau untuk bertindak adil. Inilah keadilan yang bisa direguk & dinikmati oleh siapapun, buah akhlak terbaik, akhlak manusia-manusia Rabbani.

Saat ini, di negeri dengan jumlah umat islam terbesar di jagat raya, keadilan adalah 'barang' yang mewah, bahkan bagi sebagian kalangan, keadilan bagaikan fatamorgana. Keadilan adalah sesuatu yang diimpi-impikan tapi tak pernah kunjung datang. Keadilan tak pernah sudi mengetuk pintu-pintu kaum miskin dan terpinggirkan. Sungguh, masih adakah sebutir keadilan di negeri ini?

Celakanya, aparat penegak keadilan yang seharusnya bertugas menciptakan dan menegakkan keadilan di tengah masyarakat, malah bersikap khianat dan tidak adil. Keadilan bisa dibeli dengan uang, pada akhirnya yang benar bisa menjadi salah, dan yang salahpun bisa menjadi benar, kebenaran pun dibungkam, dan kejahatan merajalela.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
“Dan janganlah sebagaian kamu memakan harta kalian di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu memberikannya kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda sebagian orang, dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui” (Al Baqarah: 188).

Dalam sebuah hadits marfu’ riwayat Abu Hurairah disebutkan :
“Allah melaknat penyuap dan penerima suap dalam (urusan) hukum” (HR Ahmad, 2/387; shahihul jami’ : 5069).

Apakah uang hasil pembungkaman kebenaran yang mereka kumpulkan tersebut akan berguna di Yaumul Akhir? Apakah mereka merasa mampu untuk menyuap malaikat agar tidak mendapat siksa di akherat nanti? Tidak tahukah mereka bahwa malaikat adalah mahkluk yang paling patuh kepada Allah swt sedangkan mereka sangat patuh kepada syetan?

Tidak...tidak, malaikat tidak akan pernah bisa mereka suap!!!



Labels:

12 Comments:

Blogger GreenLeaves said...

Ketidakadilan gak cuma dlm hal penegakan hukum... siapa yang mau maju, sukses, jabatan, bisa dibeli dengan uang. Tinggal singkirkan orang yang tidak pernah memberi, apalagi kalau cm pernah memberi bunga dan kue. sedih

October 8, 2008 at 9:48 PM  
Blogger h4rIsS said...

@GreenLeaves
penyuapan merupakan kejahatan sehingga kebenaran pun dibungkam, membuat kerusakan di muka bumi, dan penindasan antar manusia.

October 9, 2008 at 1:37 AM  
Blogger Kristina Dian Safitry said...

seandainya isa disuap enak ya?

October 9, 2008 at 9:03 AM  
Anonymous cumie said...

buat para penegak hukum ya biar aja, karma itu selalu dan tetap ada sampai kapanpun!
klo ma malaikat?
pasrah aja dah klo ditanya ama malaikat :D

October 9, 2008 at 9:19 AM  
Anonymous bocahgalank said...

wah-wah masa mailakat disuap..hehehehe, jelas dong mas malaikat ga bisa disuap...nah kalo suapin bayi baru saya bisa..heheheehe

October 9, 2008 at 12:52 PM  
Blogger Lyla said...

lah kalo malaikat bisa disuap semua pengin dosanya ilang :D

October 9, 2008 at 4:28 PM  
Blogger Defi said...

malaikat adl makhluk ciptaan Allah yg paling patuh...ya ga bs disuap laah...:D

October 12, 2008 at 7:32 AM  
Blogger Hellen said...

Malaikat ga bisa di suap aja manusia manusia masih ga peduli, apalagi kalau bisa di suap? ga kepikir deh...

October 14, 2008 at 5:55 AM  
Anonymous Love poems said...

The sea is never still.
It pounds on the shore
Restless as a young heart
Hunting

The sea speaks
And only the stormy hearts
Know what it says
It is the face
Of a rough mother speaking

The sea is young
One storm cleans all the hoar
And loosens the age of it.
I hear it laughing, reckless

They love the sea
Men who ride on it
And know they will die
Under the salt of it
Let the young come
Says the sea
Let them kiss my face

And hear me
I am the last word
And I tell
Where storms and stars come from.

January 24, 2009 at 3:55 PM  
Anonymous Villa Sanur Bali said...

hai join yach bwt smua?? :D

January 28, 2009 at 8:12 AM  
Anonymous Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 said...

Malaikat disuap? Impossible lah. Kecuali para pejabat sih kaga disuap emang minta di suap wkwkwk...

March 31, 2009 at 2:23 AM  
Blogger Abu sigly Ahlussunnah waljamaah said...


terimakasih infonya nih salam sukses kawan
pesawat tempur tercanggih
foto boboyboy air dan api
batu badar emas dan khasiatnya
batu bacan obi asli
manfaat buah jagung untuk kesehatan
manfaat buah saho
manfaat mengkudu bagi kesehatan
batu akik kalimaya
jembatan alami terpanjang didunia
batu biduri bulan dan cara membedakan masak malaikat disuap?

September 6, 2015 at 8:07 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home