Masjid atau mesjid merupakan tempat ibadah umat islam, berakar dari kata sajada yang berarti sujud atau tunduk. Mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Setiap muslim paling sedikit 17 kali menundukkan hati & wajahnya, serendah-rendahnya bersujud di ‘hadapan’ Sang Pencipta Alam Semesta. Sudahkah di negeri yang mayoritas muslim ini, masyarakatnya memperhatikan tempat sujudnya?
Beberapa waktu yang lalu, ketika berbuka puasa di suatu kawasan tempat makan di bilangan tebet. Lagi-lagi menemukan fenomena ‘tempat sujud’ yang tidak layak dan terkesan ala kadarnya. Bayangkan…’Tempat sujud’ tersebut hanya mampu menampung 2 shaf yang masing-masing berisi 4 orang. Jemaah pria & wanita dicampur tanpa sekat. Tempat wudhunya pun berfungsi sekaligus sebagai kamar mandi beserta ‘wc’ nya, jadi bukan tempat yang diperuntukkan khusus untuk berwudhu. Padahal orang yang mengantri untuk sholat, cukup banyak, tapi sayang sekali perhatian pengelola tempat makanan tersebut terhadap fasilitas untuk beribadah konsumennya yang mayoritas muslim masih sangat rendah sekali. Tujuannya hanyalah mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, sangat menyedihkan sekali..
Benar-benar mengherankan hal ini bisa terjadi di negeri dengan 85% populasinya adalah muslim...setiap muslim menyadari bahwa sujud adalah posisi dimana seorang hamba dalam keadaan sangat dekat dengan PenciptaNya, tempat seorang hamba mengadu, mencurahkan segala keluh kesahnya, menyandarkan asa & harapnya hanya kepada Allah swt.
Lalu...telah memudarkah rasa peduli terhadap tempat-tempat sujudnya, di segenap hati umat muslim?
Wallahu alam bish-shawab.
Beberapa waktu yang lalu, ketika berbuka puasa di suatu kawasan tempat makan di bilangan tebet. Lagi-lagi menemukan fenomena ‘tempat sujud’ yang tidak layak dan terkesan ala kadarnya. Bayangkan…’Tempat sujud’ tersebut hanya mampu menampung 2 shaf yang masing-masing berisi 4 orang. Jemaah pria & wanita dicampur tanpa sekat. Tempat wudhunya pun berfungsi sekaligus sebagai kamar mandi beserta ‘wc’ nya, jadi bukan tempat yang diperuntukkan khusus untuk berwudhu. Padahal orang yang mengantri untuk sholat, cukup banyak, tapi sayang sekali perhatian pengelola tempat makanan tersebut terhadap fasilitas untuk beribadah konsumennya yang mayoritas muslim masih sangat rendah sekali. Tujuannya hanyalah mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, sangat menyedihkan sekali..
Benar-benar mengherankan hal ini bisa terjadi di negeri dengan 85% populasinya adalah muslim...setiap muslim menyadari bahwa sujud adalah posisi dimana seorang hamba dalam keadaan sangat dekat dengan PenciptaNya, tempat seorang hamba mengadu, mencurahkan segala keluh kesahnya, menyandarkan asa & harapnya hanya kepada Allah swt.
Lalu...telah memudarkah rasa peduli terhadap tempat-tempat sujudnya, di segenap hati umat muslim?
Wallahu alam bish-shawab.











