ハリスBlog

Belajar mendengar, melihat & menulis

January 1, 2009

Untukmu Palestina

Beberapa hari terakhir ini, kita disuguhi aksi keji nan biadab yang dilakukan zionis Israel yang terus memborbadir wilayah Gaza di palestina. 360-an syahid dan ribuan terluka, kebanyakan anak-anak dan wanita. Siang dan malam zionis menggempur Gaza, tidak peduli apakah itu fasilitas militer ataukah fasilitas umum. Bahkan sekolah, mesjid dan rumah sakit pun jadi sasaran, dalihnya hanya satu yakni mengejar pejuang-pejuang Hamas. Akibatnya, Gaza bagaikan neraka dunia.

Ironisnya, dunia arab, bangsa yang paling dekat dengan palestina mengeluarkan acting ‘pura-pura’ tidak tahu. Rezim Arab yang ‘berselingkuh’ dengan Amerika nyata-nyata membiarkan pembantaian ini berlangsung di depan mata mereka. Mereka tak berdaya dan pura-pura tak berdaya.

Rezim dunia merespon kejadian walau dengan sangat lambat. Dewan keamanan PBB baru bersidang hari ini (1/1/2009), padahal ratusan korban telah berjatuhan. Bandingkan dengan invasi yang dilakukan Irak kepada Kuwait, mereka langsung menjatuhkan sangsi secepatnya. Maka jangan harapkan dewan keamanan PBB yang cenderung membela kepentingan Amerika dan sekutunya.

Harapan tergantung dari umat islam sendiri, sekarang saatnya muslim sedunia bersatu. Melepaskan semua perbedaan, kepentingan, bergandengan tangan membantu saudara yang tengah menderita.

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (Muslim)

Palestina sedang menderita, sungguh kami di sini merasakan kepedihan yang sama. Bergetar hati ini menyaksikan serangan roket-roket zionis Israel menghancurkan Gaza dan membantai warga palestina. Geram dan sedih bercampur aduk, doa lirihku untuk kalian yang syahid dan yang terluka. Ya Allah..tabahkanlah hati-hati kami.


Nb: "Hidayatullah.com Peduli Palestina". No Rek. BCA: 822 0279422 CP Redaksi 081-357342242

Labels:

Surat Untuk Calon Bidadari Surga

Miris...setelah membaca curahan hati seorang mantan reporter berita salah satu stasiun tv terkenal nasional. Aku menyebutnya sang Mujahid karena kegigihan dan keteguhan hatinya melawan tirani dan kebodohan akal yang membelenggu. Kebodohan akal dan matinya nurani bukan saja membuat orang menjadi gelap mata melawan perintah Allah sekaligus mengabaikan UUD yang mereka ‘berhala’kan sendiri. Bagitu naïf…tak habis pikir, bagaimana mungkin di negeri mayoritas muslim, ada salah seorang umatnya yang terpasung hak-haknya.

Aku jadi teringat kisah-kisah yang menggetarkan hati di jaman Nabi, maupun setelahnya. Salah satunya adalah Bilal bin Rabah, budak hitam dari negeri etiopia, ketika keislamannya diketahui oleh majikannya, siksaan demi siksaan keji mendera tubuh dan batinnya. Penyiksaan dilakukan agar Bilal melepas keislamannya dan kembali pada kekafiran. Suatu ketika ia dijemur ditengah terik panas matahari, tidak ada kalimat yang terucap dari bibirnya kecuali “ahad..ahad..ahad..!”. Bilal tetap teguh. Dialah Bilal yang membuat nabi saw bermimpi mendengar terompahnya di surga. Bilal sang pengumandang azan, begitu tinggi derajatnya di sisi Allah.

Berteguh hatilah ukhti, ganjaran yang setimpal telah menantimu. Tidakkah kamu mengetahui bahwa ridha Allah adalah segalanya. Semoga surga menanti untukmu, ukhti. Biarkan mereka yang mencibirmu dan berkata dengan pongahnya,” Kamu tersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar”. Sungguh merekalah yang sesat, mereka akan menerima ganjarannya pula, akibat perkataan yang bodoh.

Ingatlah bahwa Aisyah istri Rasulullah saw dan istri sahabat nabi, ketika mendengar ayat “dan hendaklah mereka menutupkan "khumur" -jilbab- nya ke dada Mereka” maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.

Doaku..untukmu, wahai calon bidadari surga!

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Al-Baqarah (2): 214

Labels: