Miris...setelah membaca curahan hati seorang mantan reporter berita salah satu stasiun tv terkenal nasional. Aku menyebutnya sang Mujahid karena kegigihan dan keteguhan hatinya melawan tirani dan kebodohan akal yang membelenggu. Kebodohan akal dan matinya nurani bukan saja membuat orang menjadi gelap mata melawan perintah Allah sekaligus mengabaikan UUD yang mereka ‘berhala’kan sendiri. Bagitu naïf…tak habis pikir, bagaimana mungkin di negeri mayoritas muslim, ada salah seorang umatnya yang terpasung hak-haknya.
Aku jadi teringat kisah-kisah yang menggetarkan hati di jaman Nabi, maupun setelahnya. Salah satunya adalah Bilal bin Rabah, budak hitam dari negeri etiopia, ketika keislamannya diketahui oleh majikannya, siksaan demi siksaan keji mendera tubuh dan batinnya. Penyiksaan dilakukan agar Bilal melepas keislamannya dan kembali pada kekafiran. Suatu ketika ia dijemur ditengah terik panas matahari, tidak ada kalimat yang terucap dari bibirnya kecuali “ahad..ahad..ahad..!”. Bilal tetap teguh. Dialah Bilal yang membuat nabi saw bermimpi mendengar terompahnya di surga. Bilal sang pengumandang azan, begitu tinggi derajatnya di sisi Allah.
Berteguh hatilah ukhti, ganjaran yang setimpal telah menantimu. Tidakkah kamu mengetahui bahwa ridha Allah adalah segalanya. Semoga surga menanti untukmu, ukhti. Biarkan mereka yang mencibirmu dan berkata dengan pongahnya,” Kamu tersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar”. Sungguh merekalah yang sesat, mereka akan menerima ganjarannya pula, akibat perkataan yang bodoh.
Ingatlah bahwa Aisyah istri Rasulullah saw dan istri sahabat nabi, ketika mendengar ayat “dan hendaklah mereka menutupkan "khumur" -jilbab- nya ke dada Mereka” maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.
Doaku..untukmu, wahai calon bidadari surga!
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Al-Baqarah (2): 214
2009-01-01
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






sangat dalam ceritanya :)
Semoga kita dapet pasangan hidup yang jadi bidadari di surga mas :)
bagus banget mas ceritanya...
Hi, Nice info !! I need more details about this info.Please provide me.
yupz memang banyak macam kita untuk berjihad walau ga harus berperang,,,berdakwah berjihad, melawan kemungkaran walau benci didalam hati pun berjihad,,,,
semoga sukses akhi
salam
fikri